Logo
Info-Info Seputar Produk BPK Gunung Mulia
 Current page : Home

 
 

Buku Terbaru
 

Harga Rp. 85.000,-

 

Kamus Alkitab

Panduan dasar ke dalam kitab-kitab, tema, tempat, tokoh, dan istilah alkitabiah

W.R.F. Browning

    Dunia Alkitab adalah dunia kesusastraan yang selalu menarik untuk dipelajari. Tidak jarang ketika  mempelajari dunia cerita Alkitab akan membawa para pembacanya ke dalam pengalaman-pengalaman iman yang menantang, karena selalu melibatkan pengalaman-pengalaman pribadi sang pembaca berhadapan dengan “tokoh-tokoh cerita”.
      Kamus Alkitab ini merupakan salah satu buku yang penting untuk dimiliki dan dibaca oleh orang-orang Kristen zaman sekarang agar dapat mengetahui bahwa dunia cerita Alkitab juga dikonstruksi dalam suatu konteks sejarah, kemasyarakatan dan kebudayaan pada suatu ruang dan waktu tertentu. Karakteristik masing-masing kitab, tema-tema yang muncul dan digumuli, nama-nama tempat, identitas para tokoh  dan berbagai istilah yang “asing” dalam kebudayaan kita, dijelaskan dengan gamblang sehingga kita makin mengenal Alkitab. Dengan mengenal seluk-beluk Alkitab lebih baik, kita diajak untuk makin mencintai Alkitab. (Steve Gaspersz – Dosen Univ. Bina Nusantara)
 
 
Harga Rp. 45.000,-

YESUS TIDAK BANGKIT? Menyingkap Rekayasa Yesus Historis dan Makam Talpiot

Adji A. Sutama

Buku ini mengkaji anggapan yang meragukan kebangkitan Yesus secara sistematis sebagai pegangan apologi (pembelaan iman) yang menolong umat untuk mengerti duduk perkara sebenarnya. Iman kepada Kristus yang dibangkitkan dari kematian sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah premise bagi keyakinan-keyakinan selanjutnya (Pdt. Andar Ismail – Dosen STT Jakarta)

Pesannya gamblang: Penegasan iman kristiani akan kebangkitan Kristus tidak perlu berlawanan dengan sikap kritis pada temuan ilmiah yang bertanggungjawab. Buku ini unik dan wajib dibaca oleh kalangan akademis maupun umat kristiani yng berminat memperkaya dan merayakan iman secara jujur (Pdt. Joas Adiprasetya – pendeta Gereja Kristen Indonesia)

Membaca buku ini berarti memahami dua hal. (1) kontroversi Makam Keluarga Yesus adalah fiksi mirip novel Da Vinci Code (Dan Brown); (2) studi akademis seputar Alkitab dapat menolong kita untuk lebih memahami dan menghayati pesan dan kebenaran kebangkitan Kristus (Pdt. Martin Lukito Sinaga – pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun)

 
 
Harga Rp. 18.000,-

 
Menyambut Kristus

Koleksi Refleksi dan Informasi Seputar Adven dan Natal

Ayub Yahya

    Setiap menjelang berakhirnya bulan November, orang-orang Kristen sudah dibayang-bayangi oleh suasana Natal yang tampak dari beraneka asesoris Natal yang bertebaran mulai dari mal-mal hingga ke pedagang kaki lima. Adakah yang baru dari Natal selain menghabiskan uang berbelanja asesoris dan penganan Natal? Ayub Yahya mengajak kita untuk tidak terpikat pada Natal yang kelihatan saja, tetapi menyelami makna-makna di seputar Adven dan Natal agar peristiwa itu tidak terpeleset dan kering makna karena sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan orang tanpa lagi bertanya apa artinya bagi kita yang hidup abad ini.
 
 
 
Harga Rp. 15.000,-

Penggenapan Pengharapan

Koleksi Refleksi Seputar Tokoh Natal

Ayub Yahya

Nyaris tanpa jeda setiap perayaan Natal dalam kehidupan orang-orang Kristen, kita selalu disuguhi oleh drama Natal, baik yang tampilannya klasik maupun kontemporer. Tak heran bila setiap orang Kristen yang setia mengikuti perayaan Natal dapat dipastikan mampu menghafal kisah seputar kelahiran Yesus sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Dalam bukunya ini Ayub Yahya hendak mengajak kita untuk melihat bahwa suatu peristiwa yang dituturkan selalu digerakkan oleh tokoh-tokoh cerita di dalamnya. Natal memang suatu peristiwa yang terpusat pada Yesus, tetapi cerita Natal adalah cerita kemanusiaan yang digerakkan, disemangati dan digelisahkan oleh peran tokoh-tokoh di seputar Natal. Siapa tahu, kita menemukan citra kita sendiri dalam refleksi seputar tokoh Natal ini.

 

 
 
Harga Rp. 39.000,-

Bermain Dengan Api

Rijnardus A. van Kooij dan Yam'ah Tsalatsa A

  Kecurigaan, sikap yang sangat sensitif dan tertutup, setidaknya sedikit melukiskan ketegangan di dalam hubungan antara gereja-gereja mainstream dengan kelompok-kelompok kharismatik-pentakosta sejak dahulu, bahkan sampai sekarang. Namun, apakah hal ini harus berlangsung selamanya? Tidakkah ada hal-hal positif yang dapat digali dan dipelajari bersama? Bukankah keduanya berasal dari ’’api’’ yang sama? Roh Kudus yang sama? Lalu, mengapa harus saling menghanguskan? Bukankah jauh lebih baik bila saling menerangi dan menghangatkan?

’’Bermain dengan api’’ adalah buku hasil penelitian lapangan di beberapa tempat di Indonesia yang mencoba mengeksplorasi faktor-faktor penyebab ketegangan tadi. Pendekatan teologi praktis dalam menganalisa data-data penelitian ini diharapkan dapat menemukan hal-hal baru untuk menjembatani perbedaan di antara kedua kelompok. ’’Api’’ bisa sangat membahayakan bila disalahgunakan, tetapi jauh lebih bermanfaat bila bijak menggunakannya

 
 
  
Harga Rp. 33.000,-

Menguak Fakta, Menata Karya Nyata

Sumbangan Teologi Praktis dalam Pencarian Model Pembangunan Jemaat Kontekstual

Rijnardus van Kooij, Sri Agus Patnaningsih, Yam’ah Tsalatsa

Pembangunan jemaat adalah upaya berteologi yang mesti dilakukan secara sinambung. Berteologi dalam konteks kejemaatan adalah suatu tindakan sadar untuk memberdayakan jemaat memahami masalah-masalah di seputar kehidupan beriman mereka dan menemukan solusi bersama untuk mengatasinya. Artinya, jemaat sebagai komunitas beriman terus-menerus menguji panggilan Allah dalam suatu realitas konkret di mana mereka hidup dan berkarya. Oleh karena itu, pencermatan atas realitas berjemaat yang terus berkembang seiring perubahan zaman, mesti pula menjadi kajian berteologi yang bernas.

 
 
Harga Rp. 49.000,-

Dr. Johannes Leimena

Negarawan Sejati dan Politisi Berhati Nurani

Victor Silaen dkk (penyunting)
 

Proses menjadi Indonesia adalah proses yang panjang dan sarat dengan pertarungan ideologis, bahkan kekerasan fisik. Indonesia kita ini adalah hasil perjuangan bersama dimana setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama besar untuk mengawal agar Indonesia tetap berjalan sesuai dengan dasar dan tujuan yang disepakati pada 17 Agustus 1945. Seperti apakah wujud pertanggungjawaban sebagai warga negara itu? Sejarah mencatat sosok Johannes Leimena yang menggagas konsep “kewarganegaraan yang bertanggung jawab”. Buku ini memuat penjelasan Leimena tentang kewarganegaraan yang bertanggung jawab dan refleksi atasnya dari beberapa pakar Indonesia kontemporer sebagai sebentuk apresiasi 100 tahun Dr. Johannes Leimena.

Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef 3:20).
Renungan